Turnamen LPGA Thailand langsung menyajikan persaingan ketat sejak putaran pertama di Siam Country Club Old Course. Lapangan yang terkenal menantang ini menjadi saksi performa impresif para pegolf top dunia yang bersaing memperebutkan posisi teratas.

Nasa Hataoka tampil luar biasa dengan mencetak 7-under 65, menunjukkan konsistensi permainan dari tee hingga green. Pegolf asal Jepang itu memanfaatkan akurasi pukulan iron untuk menciptakan banyak peluang birdie.
Sementara itu, Chanettee Wannasaen memberikan kebanggaan bagi tuan rumah dengan skor identik. Dukungan publik Thailand menjadi energi tambahan bagi Wannasaen untuk tampil percaya diri dan menyamai posisi puncak klasemen sementara.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Performa Gemilang Para Penantang di Papan Atas
Persaingan tidak hanya milik dua pemimpin klasemen. Gemma Dryburgh tampil impresif dengan satu eagle dan tiga birdie di awal ronde, menutup hari dengan skor 66 yang menempatkannya hanya satu pukulan di belakang.
Ia berbagi posisi dengan Somi Lee dan Hye-Jin Choi, yang sama-sama menunjukkan permainan solid. Konsistensi pukulan pendek dan strategi permainan menjadi kunci keberhasilan mereka bertahan di papan atas.
Kehadiran banyak pemain dengan selisih skor tipis menandakan bahwa turnamen masih sangat terbuka. Sedikit kesalahan saja dapat mengubah posisi klasemen secara drastis dalam ronde-ronde berikutnya.
Baca Juga: Morgane Metraux dan Lydia Ko Kuasai Klasemen di Hari Terakhir
Bintang Besar Tetap Mengintai di Belakang

Jeeno Thitikul dan Lydia Ko mencetak skor 67 dan berada dalam grup besar yang berbagi posisi keenam. Kedua pemain ini dikenal memiliki mental juara dan berpotensi melesat ke puncak dalam putaran selanjutnya.
Bagi Thitikul, turnamen ini memiliki makna emosional tersendiri. Ia pertama kali tampil di ajang LPGA Thailand pada usia 14 tahun, dan kini kembali sebagai salah satu pemain elit dunia dengan pengalaman serta kepercayaan diri yang jauh lebih matang.
Juara bertahan Angel Yin mencatat skor 69. Meski belum tampil maksimal, pengalaman dan ketenangan Yin membuatnya tetap menjadi ancaman serius dalam perebutan gelar.
Absennya Nelly Korda dan Dampaknya pada Kompetisi
Salah satu sorotan turnamen tahun ini adalah absennya Nelly Korda, yang memilih melewatkan rangkaian turnamen Asia untuk tahun ketiga berturut-turut. Keputusan ini membuka peluang lebih besar bagi pemain lain untuk bersinar.
Tanpa kehadiran pegolf nomor satu dunia tersebut, persaingan menjadi lebih merata. Banyak pemain muda maupun berpengalaman melihat kesempatan emas untuk mengukir prestasi di awal musim LPGA.
LPGA Thailand menjadi pembuka dari rangkaian tiga turnamen Asia berturut-turut, menjadikannya momentum penting bagi para pegolf untuk membangun kepercayaan diri. Dengan persaingan yang ketat dan performa impresif di putaran pertama, turnamen ini dipastikan akan menghadirkan drama hingga ronde terakhir. Nantikan terus kabar terbaru seputar olahraga menarik lainnya hanya di sportfluff.com.
