LeBron James kembali menorehkan sejarah dengan terpilih sebagai pemain cadangan NBA All-Star 2026. Ini menandai keikutsertaannya yang ke-22 kali berturut-turut dalam pertandingan All-Star, sebuah prestasi yang belum pernah dicapai pemain lain. Meski akan berusia 41 tahun pada Desember nanti, LeBron tetap menunjukkan performa impresif dengan rata-rata 21,9 poin, 7,5 rebound, dan 7,4 assist per pertandingan.

Pelatih NBA memilih pemain cadangan di setiap konferensi berdasarkan kinerja dan kontribusi tim, dan LeBron berhasil unggul dari kandidat lain seperti Kawhi Leonard dan Alperen Sengun. Keputusan ini menegaskan bahwa pengalaman dan konsistensi LeBron tetap menjadi aset berharga bagi tim All-Star Wilayah Barat.
Kehadirannya di daftar cadangan bukan hanya sebagai simbol prestasi individu, tetapi juga sebagai inspirasi bagi generasi pemain muda. Rekor 22 kali terpilih menegaskan bahwa LeBron tetap menjadi salah satu ikon terbesar NBA dalam sejarah liga.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Pemain Cadangan Wilayah Barat dan Pendatang Baru yang Bersinar
Daftar pemain cadangan Wilayah Barat memadukan bintang mapan dan talenta muda yang sedang naik daun. Anthony Edwards, Kevin Durant, dan Devin Booker memimpin daftar, sementara pendatang baru seperti Jamal Murray dan Chet Holmgren mendapatkan kesempatan pertama mereka di All-Star Game.
Para pemain muda ini menunjukkan kualitas luar biasa sepanjang musim. Kehadiran mereka memberikan keseimbangan antara pengalaman dan energi baru, sekaligus meningkatkan daya tarik pertandingan All-Star tahun ini.
Kombinasi pemain veteran dan debutan ini menciptakan dinamika menarik, di mana bintang berpengalaman membimbing para pemain baru dan memastikan pertunjukan tetap kompetitif.
Baca Juga: Raphiael Putney: Kebangkitan Sang Veteran di Liga Bola Basket Afrika
Pemain Cadangan Wilayah Timur dan Debut Menarik

Di sisi Wilayah Timur, daftar cadangan juga menghadirkan perpaduan pemain senior dan pendatang baru. Donovan Mitchell, Karl-Anthony Towns, dan Pascal Siakam kembali menunjukkan kualitasnya, sementara Jalen Duren dan Jalen Johnson membuat debut All-Star mereka. Kevin Durant, dengan rata-rata 26,2 poin, 5,4 rebound, dan 4,6 assist, tampil untuk ke-16 kalinya, menegaskan konsistensinya sebagai bintang liga.
Debutan lain seperti Norman Powell, Deni Avdija, dan Jamal Murray menambah warna baru. Kehadiran mereka menandai awal karier All-Star yang menjanjikan dan menjadi sorotan penggemar NBA di seluruh dunia.
Format tim yang seimbang antara pemain veteran dan pendatang baru diharapkan menciptakan pertarungan menarik antar-konferensi, menjaga kompetisi tetap seru dan menghibur.
Perubahan Format dan Proses Seleksi Pemain All-Star
Meskipun format permainan All-Star mengalami pembaruan, proses pemilihan pemain tetap konsisten. Penggemar, pemain, dan media memilih pemain inti, sementara pelatih menambahkan tujuh cadangan per konferensi. Salah satu perubahan penting adalah penghapusan label pemain belakang dan depan, memungkinkan pemilihan berdasarkan kualitas tanpa memandang posisi.
Liga juga menetapkan jumlah minimum pemain: setidaknya 16 pemain Amerika dan delapan pemain internasional, dengan komisioner Adam Silver memiliki wewenang menambah pemain jika diperlukan.
Dengan format baru ini, All-Star 2026 menjanjikan pertandingan yang lebih seimbang, kompetitif, dan penuh aksi. Ini sekaligus sambil tetap menghormati tradisi liga dalam menampilkan pemain terbaik di dunia basket. Simak terus pembahasan olahraga terupdate lainnya hanya di sportfluff.com.
